Sports sudah menjadi bagian mendalam dari budaya Amerika. Di manapun kamu berada atau siapa pun yang sedang kamu ajak ngobrol, pembahasan seputar sports hampir selalu bisa jadi penghubung yang mencairkan suasana. Nonton pertandingan dan memberikan komentar pun sudah seperti tradisi yang menyatukan banyak orang.
Di sisi lain, aktivitas betting pada sports juga sangat populer di Amerika Serikat, meskipun tidak selalu dibicarakan secara terbuka. Seiring semakin banyak penggemar sports yang akhirnya mencoba dunia betting, sebuah riset dilakukan untuk menggali apa sebenarnya motivasi orang-orang di Amerika saat mereka memutuskan untuk bertaruh pada pertandingan favorit mereka.
Sebuah survei dilakukan kepada para sports bettor dari berbagai penjuru Amerika Serikat untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai motivasi awal maupun lanjutan yang mendorong mereka memasang wager. Selain itu, survei juga menelusuri pengaruh sosial dan faktor lain yang membuat seseorang akhirnya mencoba betting untuk pertama kali.
Mari kita bahas hasilnya.
Banyak Orang Bertaruh pada Sports untuk Mencari Keuntungan
Tidak mengejutkan kalau sebagian besar orang memasang taruhan dengan tujuan mendapatkan uang. Bagi yang hanya ingin menguji kemampuan menebak atau membaca pertandingan tanpa risiko uang sungguhan, fantasy football dan free pick’em selalu tersedia. Tetapi jika seseorang sampai meluangkan waktu ke casino atau melakukan deposit ke platform betting online, besar kemungkinan mereka berharap bisa mendapatkan keuntungan finansial.
Data survei menunjukkan bahwa motivasi paling umum adalah “untuk mendapatkan keuntungan.” Lebih dari sepertiga sports bettor (34,5%) menjadikan alasan finansial sebagai motivasi utama mereka. Namun menariknya, ada juga kelompok yang tidak terlalu peduli soal profit.
Sekitar sepertiga lainnya (35,2%) justru menganggap mencari uang sebagai motivasi paling tidak penting. Mereka lebih menekankan alasan seperti ingin menambah sensasi saat menonton game, ingin berkompetisi dengan keluarga atau teman, atau karena ingin mendukung tim favorit mereka.
Jadi, meskipun profit menjadi pendorong terbesar secara keseluruhan, harapan untuk benar-benar menghasilkan uang bukanlah sesuatu yang dirasakan semua orang. Bahkan hampir separuh bettor di Amerika (49,8%) yang selalu menganggap betting sebagai “investasi” tidak otomatis menjadikannya motivasi utama.
Sports Bettor Suka Tantangan dan Kompetisi
Mayoritas besar sports bettor ternyata pernah bermain olahraga secara kompetitif, setidaknya di level sekolah menengah atau liga terorganisasi. Bagi mereka, menyusun betting slip yang matang serupa dengan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan penting. Keduanya memerlukan waktu, skill yang cukup, serta keinginan kuat untuk mengalahkan lawan.
Sekitar satu dari lima sports bettor (17,8%) menjadikan kompetisi dengan keluarga atau teman sebagai alasan nomor satu mereka bertaruh. Namun hampir dua dari tiga (59,1%) menempatkan kompetisi sosial ini sebagai alasan penting kedua atau ketiga.
Jika digabungkan, ini berarti sekitar tiga dari empat sports bettor (76,9%) menjadikan aspek kompetitif dengan orang terdekat sebagai motivasi besar.
Selanjutnya, mari kita lihat bagaimana pengaruh sosial membentuk keputusan seseorang untuk terjun ke sports betting.
Pengaruh Sosial Sangat Berperan
Sudah menjadi sifat manusia bahwa perilaku kita sering dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Dari cara berpakaian, makanan yang dipilih, hingga aktivitas hiburan, preferensi kita banyak dibentuk oleh orang yang paling sering kita temui.
Dalam psikologi sosial, ada penjelasan bahwa manusia lebih mudah mengikuti petunjuk sosial ketika berhadapan dengan aktivitas yang dianggap “diperdebatkan” secara moral. Seorang psikolog ternama asal Amerika, Jonathan Haidt, menyoroti bagaimana faktor sosial dan budaya sangat memengaruhi anggapan moral seseorang.
Banyak ahli juga berpendapat bahwa moralitas bersifat relatif terhadap budaya. Artinya, konsep benar dan salah sering kali tidak lebih dari standar yang dianut oleh mayoritas di lingkungan tertentu. Maka wajar jika orang dari grup sosial berbeda bisa memiliki pandangan moral yang berbeda pula, termasuk soal betting.
Bettor Biasanya Punya Teman yang Juga Melakukan Betting
Walaupun sports betting mulai mendapat penerimaan yang lebih luas di Amerika, tidak bisa dipungkiri bahwa aktivitas ini dulu sering distigma negatif. Tingkat paparan terhadap stigma tersebut berbeda-beda, tergantung lingkungan pergaulan seseorang.
Data riset menunjukkan bahwa rasa nyaman seseorang terhadap betting sangat dipengaruhi oleh seberapa terbuka dan menerima lingkungan terdekatnya terhadap aktivitas tersebut.
Faktor sosial paling besar yang membuat responden mencoba betting pertama kali adalah keinginan untuk “ikut bergabung” dengan teman-teman mereka yang sudah lebih dulu bertaruh.
Menariknya, hal ini juga memperlihatkan bahwa banyak orang cenderung mengikuti norma sosial daripada aturan tertulis. Fenomena ini sama saja seperti ketika sekelompok orang menyeberang jalan sembarangan secara bersama-sama—meskipun sebenarnya melanggar aturan.
Sports Betting Jadi Bahan Obrolan
Baik itu saling pamer hasil betting atau berdiskusi soal strategi handicapping, mayoritas sports bettor ternyata gemar membicarakan betting dengan orang terdekat mereka. Lebih dari delapan dari sepuluh (82,5%) mengaku rutin berdiskusi soal betting dengan keluarga atau teman.
Persetujuan lingkungan sekitar juga sangat berhubungan dengan apakah seseorang ikut bertaruh atau tidak. Lebih dari delapan dari sepuluh responden (85,8%) mengatakan keluarga atau teman mereka mendukung aktivitas betting, dan sekitar empat dari sepuluh (43,5%) menyebut bahwa seluruh anggota keluarga serta teman-teman mereka setuju.
Rasa terhubung dengan komunitas sports bettor pun tidak hanya terjadi di rumah atau tempat kerja. Lebih dari sembilan dari sepuluh (92,6%) percaya bahwa aktivitas tersebut “sangat populer” (53,1%) atau “cukup populer” (39,5%) di negara bagian tempat tinggal mereka.
Melihat pola ini, sangat jelas bahwa lingkungan sosial yang menerima dan terbuka sangat mempengaruhi minat seseorang untuk mencoba sports betting. Meningkatnya penerimaan publik kemungkinan besar akan membuat semakin banyak penggemar sports penasaran untuk ikut menjajalnya.
