Golf adalah olahraga yang cukup unik. Tidak seperti olahraga tim populer seperti sepak bola, basket, atau American football yang serba cepat dan penuh adrenalin, golf berjalan dengan tempo yang lebih tenang. Mungkin itulah alasan kenapa banyak orang tidak tahu kalau golf sebenarnya juga bisa dijadikan ajang taruhan. Padahal, olahraga ini punya salah satu basis penggemar paling setia di dunia betting.
Setiap minggunya, golf selalu menawarkan berbagai opsi taruhan yang menarik. Selain itu, odds yang tersedia juga termasuk salah satu yang terbaik di dunia olahraga. Kalau kamu berhasil membaca peluang dengan benar, keuntungan yang bisa didapatkan juga lumayan besar. Nah, berikut ini adalah panduan lengkap tentang bagaimana cara taruhan di golf.
Dasar-Dasar Taruhan Golf dan Odds
Sebelum mulai, kamu perlu tahu dulu jenis-jenis taruhan yang ada di golf. Beberapa opsi utamanya antara lain:
1. Outright Winners
Outright bet artinya kamu memilih siapa pemain yang akan jadi juara turnamen. Konsepnya mirip dengan moneyline, hanya saja bedanya kalau di olahraga tim biasanya pilihannya cuma dua (misalnya tim A atau tim B), sedangkan di golf pilihannya jauh lebih banyak karena ada banyak peserta.
Setiap turnamen biasanya punya beberapa pemain unggulan. Tapi menebak siapa yang benar-benar akan jadi pemenang tentu tidak sesederhana itu.
Odds untuk taruhan outright biasanya bervariasi antara favorit dan underdog. Misalnya, pemain unggulan di sebuah turnamen golf bisa dapat odds sekitar +600 sampai +1300. Kalau dikonversi, itu berarti kemenangan berkisar antara 6 banding 1 sampai 13 banding 1. Dalam rupiah, kalau kamu pasang Rp100.000, hasil kemenangan bisa mencapai Rp600.000 sampai Rp1.300.000.
Sementara itu, pemain yang tidak diunggulkan (underdog) kadang diberi odds sekitar +10.000 bahkan bisa setinggi +50.000. Itu artinya peluang menang bisa mencapai 100 banding 1 hingga 500 banding 1. Kalau dikalkulasikan, pasang Rp100.000 bisa balik jadi Rp10 juta sampai Rp50 juta!
Tentu saja, peluang menang dengan memilih underdog sangat kecil karena kisah “dongeng kuda hitam” jarang sekali terjadi di golf. Untungnya, taruhan pada pemain unggulan juga tetap menawarkan keuntungan yang cukup menarik. Dengan memilih pemain top yang tepat, modal kamu bisa berkembang hingga 6 kali lipat. Tantangannya hanya tinggal menebak siapa dari sekian banyak favorit yang akan benar-benar mengangkat trofi di turnamen berikutnya.
2. Place / Finishing Position Bets
Jenis taruhan ini berfokus pada posisi akhir seorang pemain, bukan hanya sekadar juara turnamen. Jadi kamu tidak perlu menebak siapa yang akan benar-benar jadi pemenang. Cukup prediksi apakah seorang pemain akan finis di posisi 5 besar, 10 besar, atau 20 besar.
Taruhan model ini risikonya lebih kecil dibanding outright winners karena kemungkinan tepatnya lebih besar. Tapi tentu saja, pembayaran yang didapat juga lebih rendah. Walaupun begitu, opsi ini cukup bagus untuk menjaga bankroll kamu tetap stabil.
Contoh: kalau kamu yakin seorang pemain yang sedang dalam performa bagus bisa masuk 10 besar, maka kamu tinggal pasang taruhan “Top 10 finish”. Walaupun dia tidak juara, selama masuk posisi 10 besar, taruhan kamu tetap menang.
Variasi Taruhan yang Mirip dengan Place Bets
Selain prediksi posisi akhir, ada beberapa opsi lain yang mirip, antara lain:
a. Round Leader
Alih-alih menebak siapa pemenang akhir turnamen, kamu bisa bertaruh siapa yang akan memimpin setelah ronde tertentu. Biasanya ronde pertama jadi pilihan paling populer. Tapi ada juga pasar untuk ronde kedua atau ketiga.
Contoh: kalau kamu tahu ada pemain yang biasanya start dengan performa bagus tapi kurang konsisten di akhir, opsi ini bisa jadi menarik untuk dimanfaatkan.
b. To Make The Cut
Dalam turnamen golf, ada istilah “The Cut”, yaitu batas skor tertentu yang ditentukan di pertengahan kompetisi. Pemain yang skornya sesuai atau lebih baik dari batas itu berhak lanjut ke ronde berikutnya, sementara yang gagal langsung tereliminasi.
Contoh: misalnya sebuah turnamen menetapkan cut di skor +2. Kalau kamu bertaruh seorang pemain akan “Make the Cut”, maka dia harus mencatat skor maksimal +2 agar taruhan kamu menang. Kalau hasilnya +3 atau lebih buruk, berarti taruhan kalah.
Jenis taruhan ini biasanya populer di kalangan bettor yang suka memperhitungkan konsistensi pemain dalam dua hari pertama turnamen.
c. Dead Heat Rules
Perlu diingat, banyak sportsbook menerapkan aturan yang disebut Dead Heat pada beberapa taruhan. Dead Heat artinya ada seri atau imbang dalam hasil akhir, misalnya di finishing position bets, 3-ball matchup, atau first-round leader.
Contoh: kamu pasang taruhan seorang golfer masuk Top 10, tapi ternyata dia finis di posisi 10 besar bersama 3 pemain lain (jadi 4-way tie). Maka kemenangan kamu dibagi sesuai jumlah seri, dalam kasus ini hanya 1/4 dari taruhan yang dibayarkan.
3. Matchups
Matchup adalah jenis taruhan yang mempertemukan satu pemain dengan pemain lainnya. Jadi bukan lagi soal siapa juara turnamen, melainkan siapa yang tampil lebih baik di antara dua orang tersebut.
Taruhan ini bisa dianggap mirip moneyline dalam olahraga lain. Bedanya, yang kamu pilih bukan tim, tapi golfer individu.
Contoh: Kamu bisa bertaruh “Pemain A vs Pemain B, siapa yang dapat skor lebih rendah di akhir turnamen?” Kalau pemain pilihanmu mencatat hasil lebih bagus, maka taruhan kamu menang.
4. Golf Prop Bets
Prop bets atau proposition bets adalah taruhan pada hal-hal khusus yang bisa terjadi dalam sebuah turnamen golf. Biasanya sifatnya lebih variatif dan kadang unik, jadi cocok buat kamu yang ingin pengalaman betting yang beda dari sekadar tebak pemenang.
Beberapa contoh prop bets di golf antara lain:
- Seberapa rendah skor kemenangan nanti?
- Siapa golfer kidal terbaik di turnamen ini?
- Siapa amatir dengan peringkat tertinggi?
- Apakah akan ada hole-in-one?
Prop bets ini bisa bikin nonton golf jadi lebih seru karena ada banyak skenario kecil yang bisa kamu ikuti.
Jenis-Jenis Golf Prop Bets
a. Nationality Bet
Dalam turnamen golf, peserta biasanya datang dari berbagai negara. Nah, beberapa sportsbook mengelompokkan pemain berdasarkan kewarganegaraan. Dengan nationality bet, kamu bertaruh pada negara mana yang akan melahirkan pemain terbaik di turnamen itu.
Contoh: kamu bisa pilih “Pemain asal Jepang jadi yang tertinggi peringkatnya” atau “Golfer asal Amerika finis paling atas.” Jenis taruhan ini berguna kalau kamu ragu menentukan nama pemain tertentu, tapi yakin dengan performa dari negara tertentu.
b. Live Golf Betting
Taruhan live alias in-play makin populer belakangan ini. Dengan bantuan teknologi, kamu bisa pasang taruhan sambil menonton jalannya turnamen secara langsung.
Contohnya:
- Menebak siapa yang dapat skor paling rendah dari sebuah two-ball group.
- Menaruh taruhan siapa yang akan memimpin di ronde pertama.
Live betting bikin pengalaman menonton jadi lebih interaktif, tapi butuh kecepatan analisis karena odds bisa berubah setiap saat.
c. Futures Bet
Futures adalah taruhan jangka panjang yang tidak langsung selesai dalam satu turnamen. Misalnya, kamu bisa bertaruh siapa yang akan jadi juara di turnamen beberapa bulan ke depan, atau siapa yang akan mengumpulkan total kemenangan terbanyak sepanjang musim golf.
Taruhan ini lebih ke arah prediksi jangka panjang, jadi butuh riset dan feeling yang kuat.
d. Three-Ball Bets
Banyak turnamen golf yang memulai kompetisi dengan grouping tiga pemain sekaligus. Nah, three-ball bet memungkinkan kamu memilih siapa dari tiga golfer dalam satu grup yang akan mencatat skor terbaik di ronde itu.
Hasil taruhan ditentukan setelah ronde selesai, jadi ini lebih cepat dibanding taruhan juara turnamen.
Golf Betting Tips & Tricks
1. Course vs. Golfer
Setiap golfer punya keunggulan di tipe lapangan tertentu. Ada lapangan dengan fairway yang sempit dan banyak hazard dari tee box, biasanya lebih cocok untuk pemain dengan akurasi pukulan yang tinggi. Sebaliknya, ada juga lapangan dengan fairway lebar dan panjang hole yang lebih jauh, yang menguntungkan pemain dengan jarak drive rata-rata lebih panjang.
Makanya, menjelang turnamen, penting banget untuk riset soal kondisi lapangan. Cek apakah karakteristik lapangan bakal merugikan pemain unggulan atau justru bikin persaingan lebih seimbang. Kadang, lapangan bisa jadi faktor yang membuka peluang besar untuk underdog.
2. Form Matters
Performa atau “form” pemain juga sangat berpengaruh. Golfer bisa saja sedang dalam kondisi “on fire” dengan serangkaian hasil bagus, atau justru terjebak dalam fase buruk.
Kamu perlu cek kenapa seorang pemain sedang tampil bagus atau jelek. Contoh:
- Pemain yang sedang hot streak bisa jadi karena sebelumnya bertanding melawan lawan yang tidak terlalu tangguh. Kalau dia bertemu pemain top, performanya mungkin menurun.
- Pemain yang lagi cold streak bisa jadi sedang adaptasi dengan teknik baru, peralatan baru, atau mungkin baru pulih dari cedera.
Misalnya, seorang pemain top baru sembuh dari cedera bahu. Wajar kalau dia butuh waktu untuk balik ke performa terbaiknya. Sebagai bettor, kamu harus pintar menebak kapan momen dia akan pulih sepenuhnya.
3. Periksa Cuaca
Cuaca punya pengaruh besar terhadap jalannya turnamen golf. Hujan bisa bikin fairway dan green jadi lebih lambat, sementara angin kencang bisa memaksa pemain lebih fokus pada akurasi ketimbang jarak pukulan.
Karena itu, selalu cek prakiraan cuaca sebelum turnamen dimulai, bahkan idealnya setiap harinya. Lalu analisis bagaimana kondisi tersebut cocok atau justru menyulitkan skillset tertentu.
Beberapa golfer terbiasa main di kondisi ekstrim seperti angin kencang atau hujan deras, dan hal ini bisa memberi mereka keunggulan dibanding yang lain. Kadang, faktor ini juga yang bikin kejutan besar di papan klasemen.
