Home » Bagaimana Sportsbook Menentukan Sports Odds?

Bagaimana Sportsbook Menentukan Sports Odds?

by Rubik
sportsbook Odds

Cara sportsbook menentukan odds dan garis taruhan sudah banyak berubah dari waktu ke waktu. Dulu, industri taruhan olahraga dikuasai oleh pembuat odds gaya lama di Las Vegas, tapi semua itu bergeser sejak hadirnya sportsbook online, plus penyempurnaan software dan algoritma taruhan olahraga.

Lalu, bagaimana sebenarnya sportsbook menghitung odds dan garis taruhan mereka? Di sini, kita bakal bahas prosesnya, siapa saja yang terlibat, dan bagaimana dunia oddsmaking berkembang.

Bagaimana Odds Taruhan Olahraga Dihitung?

Odds taruhan olahraga dibuat untuk menarik jumlah taruhan yang seimbang di kedua sisi garis taruhan. Dalam skenario ideal, sportsbook menerima volume taruhan yang sama di dua sisi. Menang atau kalah, mereka tetap dapat untung sekitar 5–10% dari juice atau vig.

Jadi, penting untuk paham bahwa tugas utama seorang oddsmaker bukan membuat gambaran paling akurat soal hasil pertandingan, melainkan mengurangi risiko sportsbook. Bisa dibilang, oddsmaker masa kini adalah ahli manajemen risiko sekaligus pakar prediksi olahraga.

Seperti Apa Oddsmaking di “Masa Lalu”?

Tujuan bookmaker memang tidak berubah sejak awal, tapi metode yang dipakai jelas sudah banyak berubah.

Sebelum komputer berkembang pesat dan telepon umum masih jadi alat komunikasi utama, oddsmaker biasanya berkumpul di ruang belakang Las Vegas yang berdebu sambil menulis angka di papan tulis untuk menentukan odds yang tepat.

Karena taruhan olahraga sudah lama legal di Nevada, banyak oddsmaker ternama muncul dari Las Vegas dan sekitarnya. Bahkan hingga kini, beberapa konsultan oddsmaking masih berbasis di sana.

Power Rankings

Dulu, oddsmaker sangat mengandalkan power ratings buatan mereka untuk berbagai cabang olahraga. Bagaimana power ratings ini dibuat sebenarnya masih jadi misteri karena komunitas pembuat odds sangat tertutup dan jarang mengungkap faktor apa saja yang mereka pakai.

Namun, kemungkinan metode pembuatannya tak jauh beda dari yang dilakukan media olahraga. Mereka mempertimbangkan performa pemain, jadwal pertandingan, performa tim, statistik olahraga klasik, dan faktor nonteknis lainnya untuk membuat power rankings.

Setelah itu, mereka memperhitungkan laporan cedera dan, seperti yang pernah disebut bookmaker legendaris Jimmy the Greek, “sedikit intuisi” untuk menghasilkan angka awal. Seiring uang taruhan mulai masuk, odds pun akan disesuaikan.

Di masa itu, pembuatan odds lebih banyak bergantung pada keahlian individu dan firasat oddsmaker ketimbang data dan statistik. Tapi begitu popularitas taruhan olahraga melonjak, metode baru untuk membuat odds pun mulai bermunculan. Para handicapper seperti Jimmy the Greek masih berperan penting, tapi bukan lagi satu-satunya yang menentukan odds.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Bookmaking Sekarang?

Sekarang, proses pembuatan odds melibatkan lebih banyak orang dengan tanggung jawab yang beragam. Horse sense alias insting yang dulu diandalkan handicapper masih ada, tapi tidak lagi dominan.

Matematikawan dan ahli statistik kini memegang peran penting dalam penentuan garis taruhan. Seperti kata oddsmaker Todd Furhman, “penentuan odds bukan cuma soal X dan O, tapi juga data, angka, dan pemahaman tentang pasar.”

Dengan bantuan komputer canggih, mereka menganalisis data puluhan tahun, mencari tren yang mungkin sulit ditemukan oleh oddsmaker lama hanya dalam beberapa menit.

You may also like